www.virgo96.co.vu


Kamis, 17 Januari 2013

Kenapa kita perlu bunuh cicak ?

Dalam kisah penghijrahan orang islam ke Madinah,Rasulullah S.A.W bersama Saidina Abu Bakar bersembunyi di Gua Thur untuk melarikan diri dari orang Quraisy yang ingin membunuh baginda.Tahukah semua apakah yang telah menyebabkan orang Quraisy mengesyaki Rasulullah didalam gua itu?

Untuk pengetahuan semua,dikatakan CICAK didalam gua itu telah mengeluarkan bunyi menyebabkan Rasulullah hampir diketahui.Tapi mujur dengan kuasa Allah,sang labah-labah telah membantu Rasulullah dengan membuat sarangnya di pintu gua itu menyebabkan orang Quraisy berpatah balik kerana yakin tiada manusia didalamnya disebabkan sarang labah-labah yang masih berkeadaan cantik itu.

Terdapat juga hadis mengatakan:

1. Riwayat dari Ummu Syarik: “Sesungguhnya Nabi S.A.W menyuruhnya membunuh cicak”.
2. Riwayat dari Amir Bin Saad dari ayahnya: “Sesungguhnya nabi s.a.w menyuruh membunuh cicak dan menamakannya sebagai Fuwaisiqah.”
3. Riwayat dari Abi Hurairah dari Nabi S.A.W: “Sesiapa yang membunuh cicak dengan sekali pukulan dituliskan baginya 100 kebajikan,dan membunuhnya dengan 2 kali pukulan dituliskan baginya kebajikan kurang dari yang pertama,dan membunuhnya dengan 3 pukulan, kebajikannya kurang dari yang kedua”.

Bukan sahaja itu kisah pengkhianatan CICAK.Terdapat riwayat dari Bukhari yang bersanadkan pada Ummu Syarik bahawa Rasulullah S.A.W. menyuruh untuk membunuh cicak. Baginda berkata: "Binatang itulah yang menyemburkan (api) kepada Ibrahim".

Imam Ahmad mengatakan bahawa Ismail meriwayat kepadanya yang diterima dari Ayyub dari Nafi',beliau berkata bahawa ada seorang perempuan datang kepada Aisyah R.A..Di kediaman beliau,perempuan itu melihat sebilah tombak tergantung.Dia bertanya:" Untuk apakah tombak itu?'.Aisyah R.A. menjawap:"Untuk membunuh cicak". Kemudian beliau mengatakan keterangan yang diterima dari Rasulullah S.A.W: "Ketika Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api, seluruh binatang melata berusaha memadamkan api di sekitarnya.Hanya cicak yang tidak mahu.Binatang itu malah menyemburkan api kepadanya".

Jadi, jelas disini mengatakan cicak ini sentiasa mengkhianati rasul-Nya.Setelah ia mengkhianati Nabi Ibrahim,ia malah mengkhianati Rasulullah S.A.W..,a matlah wajar kita membunuhnya bukan?

SEJARAH MENGENAI RASULULLAH YANG HAMPIR TERBUNUH GARA-GARA CICAK! 
.

CICAK PUN SELALU MENGGANGGU KAUM MUSLIM KETIKA KAUM MUSLIM SEDANG MELAKSANAKAN SHOLAT!
CICAK PUN SELALU MENGGANGGU KAUM MUSLIM KETIKA KAUM MUSLIM SEDANG MELAKSANAKAN SHOLAT!
CECAK DI DINDING!
CECAK DI DINDING!
Dahulu kala, pada saat Nabi Muhammad Rasulullah Saw sedang bersama shahabat nya yang bernama Abu Bakar Shiddiq Ra bersembunyi didalam Gua Tsur.
Diriwayatkan bahwasanya pada saat Nabi Muhammad Rasulullah Saw diancam akan segera dibunuh oleh kaum kafir Quraisy, maka untuk menghindarinya, Rasulullah Saw berhijrah ke kota Madinah (kala itu masih bernama Yatsrib).
Sebelum hijrah, Rasulullah Saw menginap di rumah paman Nya yang bernama Abu Thalib.
Rumah Abu Thalib pun dikepung, tapi karena kekuasaan Allah Swt, Rasulullah Saw bisa keluar dari rumah itu dengan selamat.
Untuk mengelabuhi para pengepung, saudara sepupu Rasulullah Saw, Ali bin Abi Thalib menempati tempat tidur yang biasa dipakai Rasulullah Saw.
Dari rumah Abu Thalib, Rasulullah Saw menuju ke suatu tempat yang sudah dijanjikan untuk bertemu bersama Abu Bakar Ra.
Abu Bakar Siddiq and Rasulullah Saw menuju Madinah tapi melalui arah yang berlawanan yaitu ke Jabal Tsur yang letaknya berada di sebelah selatan Makkah (arah negara Yaman), sedangkan Madinah berada di Utara Makkah.
Inilah taktik Rasulullah Saw untuk menghindari kejaran para pengancam.
Di Jabal Tsur yang letaknya kurang lebih enam kilometer di sebelah selatan Masjidil Haram, terdapat Gua Tsur yang tingginya sekitar 1,25 meter dengan panjang maupun lebarnya kurang lebih 3,5 meter x 3,5 meter.
Di dalam Gua Tsur-lah Rasulullah Saw bersembunyi dari kaum kafir Quraisy yang sedang memburu nya, dan dia ditemani oleh Abu Bakar Siddiq Ra.
Pada saat Rasulullah Saw dan Abu Bakar Siddiq Ra bersembunyi di dalam Gua Tsur, maka Allah Ta’ala memberi pertolongan dengan mengutus para malaikat-Nya agar membuat sarang laba-laba yang menutupi mulut gua dan meletakan sarang burung merpati yang sedang mengerami telur nya.
Dengan demikian, orang-orang yang memburu Rasulullah Saw sangat yakin bahwa Gua Tsur itu benar-benar kosong.
Para kaum kafir Quraysy berfikir, “Andaikan ada orang yang memasuki ke dalam gua Tsur ini, tentu sarang laba-laba itu akan rusak, dan burung pun pasti tidak akan tenang bersarang dan bertelur di mulut gua Tsur ini!”.
Setelah tiga hari bersembunyi, Rasulullah Saw bersama Abu Bakar Siddiq Ra keluar dari Gua Tsur dengan selamat.
.

ALLAH TA'ALA AND NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW!
ALLAH TA'ALA AND NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW!
Lantas apakah hubungannya dengan cicak?…
Menurut keterangan yang sudah aku baca, ternyata ada seekor cicak di dalam Gua Tsur yang sedang berbunyi keras dan nyaring serta bergema.
Mendengar suara cicak yang begitu keras, para kaum kafir Quraisy yang sedang memburu Rasulullah Saw menjadi sangat yakin bahwa Rasulullah Saw bersembunyi di dalam Gua Tsur tersebut.
Maka dari itu, cicak disunnahkan untuk selalu dibunnuh!
.
.
SEJARAH MENGENAI RASULULLAH SAW PERNAH DIBERAKI DAN DIKENCINGI OLEH CICAK! 
.
CICAK DI DINDING!
CICAK DI DINDING!
ALLAH SWT AND MUHAMMAD SAW!
ALLAH SWT AND MUHAMMAD SAW!
Didalam suatu keterangan mengenai hadits shahih, Nabi Muhammad Rasulullah Saw pernah melaksanakan sholat.
Ketika dia sedang sholat, tiba-tiba dia dikencingi serta diberaki oleh cicak yang berada di atas nya, sedangkan tahi cicak dan air kencing cicak itu sangat bau dan najis.
Oleh karenanya, Nabi Muhammad Rasulullah Saw menamai cicak dengan nama si Fuwaisiq (Si penjahat kecil).
.
.
HUKUM MEMBUNUH CICAK!

.

CICAK KAWIN!
CICAK KAWIN!
CECAK!
CECAK!
Oleh karena itu, membunuh cicak hukumnya adalah sunnah, berpahala jikalau dilakukan.
Dan jumlah pahala yang diterima disesuaiakan dengan cara membunuhnya.
Bila cicak mati dalam sekali banting, maka diibaratkan pahalanya 100 persen, dan bila dua kali banting, maka diibaratkan pahalanya berkurang menjadi 70 persen, dan jikalau sampai tiga kali banting, maka pahalanya akan semakin berkurang yang diibaratkan menjadi 30 persen.
Oleh karenanya, aku menekankan, kalau bisa, jangan sampai melebihi tiga kali bantingan, karena bisa jadi pahala yang sudah mencapai 30 persen, kini menjadi berkurang menjadi nol persen (Kita tak mempunyai pahala dari membunuh cicak).
Mengapakah begitu?…
Karena ada hadits shahihnya yang benar-benar shahih yang disertai dengan sanad-sanad nya yang telah menyebutkan mengenai hal demikian.
Telah menceritakan kepada kami (Hasan), telah menceritakan kepada kami (Zuhair) dari (Suhail bin Abu Shalih), dari (Bapak nya), dari (Abu Hurairah), bahwasanya dia berkata; Nabi Muhammad Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa (Seorang Muslim) yang membunuh cicak dalam pukulan pertama, maka dia akan mendapatkan sekian dan sekian kebaikan. Dan barangsiapa yang membunuh cicak dalam pukulan kedua, maka dia mendapatkan sekian dan sekian kebaikan. Dan barangsiapa yang membunuh cicak dalam pukulan ketiga, maka dia mendapatkan sekian dan sekian kebaikan!”. Ibnu Suhail berkata: “Sekali pukulan adalah yang paling banyak pahalanya!”. (Hadits Shahih Riwayat Musnad Ahmad).
Nah itulah indahnya Islam, walaupun cicak disunnahkan untuk dibunuh oleh setiap kaum Muslim, tetapi tetap saja, ummat Islam diharamkan untuk berlaku zhalim dan kejam terhadap semua makhluk termasuk cicak.
Sekali pukulan yang dapat mematikan bagi sang cicak, maka pahalanya sangat besar daripada pukulan berikutnya yang selalu mengurangi pahala dari membunuh cicak.
Apalagi pada pukulan keempat dan sebagainya, maka pahala kita menjadi nol, malah yang ada mungkin kita menjadi dosa karena telah menganiaya cicak.
Dan lebih banyak lagi mengenai cicak dalam Islam (Rahmatan lil ‘alamin) yang menceritakan bahwa cicak itu bukan binatang yang sopan, dan cicak juga sering memakan makanan-makanan kita sendiri yang pada akhirnya kita akan merasa jijik dengan makanan kita sendiri.
.
.
KESIMPULAN! 
.

CICAK OR CECAK!
CICAK OR CECAK!
CICAK!
CICAK!
Betapa DARIPADA BERMAIN GIM, LEBIH BAIK MEMBACA KITAB ALQUR'AN YANG KARIM! indahnya hukum syari’at Islam itu, karena hukum syari’at Islam itu adalah bimbingan Allah Ta’ala, sang Tuhan semesta ‘alam.
Tidak ada satupun ajaran yang terkandung didalam Islam, kecuali benar dan tepat sepanjang zaman.
Barangsiapa yang menyimpang dari hukum Islam dan syari’at Islam, maka sesungguhnya dia telah durhaka kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dan dia pun termasuk orang-orang yang tersesat di dunya dan di akhirat kelak.
Dan alangkah besarnya barakah dari Allah Ta’ala, sang Tuhan semesta ‘alam, jikalau kalian semua mau mengamalkan hadits nabi ini, yakni membunuh cicak, tapi asalkan jangan menzhalimi cicak dengan memukul cicak lebih dari tiga kali pukulan.
by Facebook Comment

Artikel Terkait



0 komentar :

Posting Komentar

 

|Copyright 2010 - 2011|
Designed by Rahmad adi putra
Jalan utama Peputra indah 1 Simpang Tiga Pekanbaru, Riau Indonesia