www.virgo96.co.vu


Selasa, 01 November 2011

Menyambut warga dunia yang ke tujuh miliar

PBB memperkirakan warga ke tujuh miliar dunia akan lahir Senin 31 Oktober 2011

Dalam laporan yang berjudul Kondisi Populasi Dunia 2011, jumlah penduduk dunia yang mencapai tujuh miliar itu dinyatakan bukan lagi sekedar krisis saja tapi juga sebagai momen untuk bertindak.

Laporan tersebut -yang diumumkan beberapa hari menjelang lahirnya warga yang ketujuh miliar itu- menyerukan perubahan fokus dalam mengendalikan jumlah penduduk dunia.

"Jumlah penduduk dunia akan terus bertambah dan kita bisa mempersiapkan diri untuk itu," kata editor laporan tersebut, Richard Kollodge.

"Kita bisa menjamin sebanyak mungkin orang sehat dan sebanyak mungkin orang mendapat akses ke pendidikan."

Di balik pertumbuhan jumlah penduduk dunia, ada sejumlah kemajuan yang menurut PBB perlu disambut dengan gembira, seperti meningkatnya tingkat harapan hidup maupun menurunnya tingkat kelahiran.

Tingkat harapan hidup rata-rata saat ini 68 tahun, meningkat dari 48 tahun pada masa 1950-an sementara tingkat kelahiran turun sampai setengah lebih, dari enam menjadi dua setengah.

Perbaikan lain yang dicapai adalah adalah probalitas kematian anak pada saat lahir menurun karena perbaikan sarana kesehatan.

Bagaimanapun risiko ledakan penduduk tetap membayang-bayangi dunia masa depan, dengan jumlah penduduk mencapai 10 miliar pada tahun 2100.

Dunia juga masih menghadapi tantangan berupa kekurangan air dan masih terdapatnya ketimpangan yang amat besar antara negara-negara dunia dalam akses terhadap pangan, air, dan perumahan, dan lapangan kerja.

Berdasarkan laporan kependudukan PBB terbaru ini, sebanyak 200 juta perempuan belum memiliki akses terhadap keluarga berencana dan menyerukan agar pendidikan reproduksi di kalangan perempuan muda ditingkatkan.

"Pendidikan seks bisa berdampak pada penundaan usia hubungan seksual dan meningkatkan penggunaan metode kontrasepsi maupun kondom," tutur Gabriela Rivera dari Badan Kependudukan PBB perwakilan Meksiko.

Tantangan lainnya adalah peningkatan tingkat harapan hidup telah menyebabkan peningkatan kaum manula, yang berarti diperlukan layanan atas kaum manula yang lebih baik.


New York - Bayi pertama yang lahir pada Senin (31/10) besok diperkirakan akan menjadi manusia ke-7 miliar yang memenuhi Planet Bumi. Sejumlah negara menyambutnya, namun tidak dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon. Dia pusing dengan bertambahnya masalah dalam populasi manusia.

Seperti dilansir AFP dari majalah Time, Minggu (30/10/2011) sejumlah negara menggelar acara khusus menyambut kelahiran penduduk Bumi ke-7 miliar itu. Di Zambia ada lomba lagu bertema 7 miliar, di Vietnam ada konser 7B: Counting On Each Other.

Pemerintah Rusia menyiapkan kado khusus untuk bayi ke-7 miliar. Sedangkan, Pantai Gading menggelar acara komedi. Tapi, Sekjen PBB Ban Ki-Moon malah murung.

"Siapapun yang lahir, dia akan lahir dalam dunia kontradiksi. Banyak makanan, tapi miliaran orang kelaparan. Banyak yang hidup mewah, tapi masih banyak yang hidup tidak sejahtera," kata Ban kepada Time.

Kelahiran bayi pada Senin besok akan menjadi semacam tanda lampu darurat. PBB mencatat, bayi ke-6 miliar telah lahir pada 12 Oktober 1999 di Bosnia bernama Adnan Mevic. Hanya dalam waktu 12 tahun, penduduk Bumi bertambah 1 miliar orang.

Sekjen PBB saat itu, Kofi Annan, berada di rumah sakit di Sarajevo saat Mevic lahir. Apa yang terjadi dengan keluarg Mevic sekarang sangatlah menyedihkan. Keluarga itu hidup dalam kemiskinan.

"Ini bukan soal angka, ini soal manusia. Ada 7 miliar orang yang butuh cukup makanan, energi, kesempatan kerja dan pendidikan. HAM dan kemerdekaan, untuk bersuara, untuk mengurus anak mereka dalam kedamaian dan keamanan," ujar Ban Ki-moon dengan khawatir.

PBB mencatat, dengan kondisi sekarang, 2 bayi lahir setiap detik. Bahkan PBB memprediksi India akan mengalahkan Cina dalam jumlah penduduk pada tahun 2025 dengan angka 1,5 miliar penduduk.

Badan PBB untuk kependudukan UNFPA melaporkan, dunia akan menghadapi masalah lapangan kerja untuk generasi muda, kelaparan dan kekeringan, dan kota besar akan berjejalan penduduk seperti Tokyo, Jepang akan memiliki populasi 36,7 juta orang. Kalau sudah demikian, orang sekelas Ban Ki-Moon pun pening kepala.
by Facebook Comment

Artikel Terkait



0 komentar :

Posting Komentar

 

|Copyright 2010 - 2011|
Designed by Rahmad adi putra
Jalan utama Peputra indah 1 Simpang Tiga Pekanbaru, Riau Indonesia